Setahun Lebih Permohonan Penerbitan Sertifikat Tak Diproses, Kementerian ATR Diminta Evaluasi BPN Bulukumba

 

BULUKUMBA, CITRANEWS.COM — Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bulukumba, menuai sorotan lantaran berkas permohonan pengajuan penerbitan Sertifikat tanah tak kunjung diproses dan terkesan diabaikan oleh petugas BPN.

Akibatnya, Juandy Tandean yang merupakan pemohon mendatangi kantor BPN Bulukumba, Kamis 21 Oktober, kadatangannya untuk mempertanyakan sejauh mana perkembangan proses permohonan berkasnya.

Sayangnya, Juandy tak mendapatkan jawaban memuaskan lantaran saat tiba seluruh pejabat BPN tak ada di lokasi, dan hanya ada petugas loket penerimaan berkas.

“Sudah setahun lebih saya mengajukan, itu saya masukkan pada 4 Mei 2020 dan bayangkan sampai saat ini belum ada kejelasan, makanya saya kesini lagi pertanyakan tapi sayangnya lagi-lagi tak ada penjelasan memuaskan dari pejabat karena yang ada disini hanya petugas loket saja,”ujar JT saat ditemui di Kantor BPN Bulukumba.

Dia menilai pelayanan BPN terkesan berbelit dan pilih kasih serta sarat akan permainan oknum. Bahkan dia menduga warga yang hendak mempercepat pengurusan penerbitan sertifikat harus mengeluarkan sejumlah uang sebagai pelicin.

“Ini ada apa dengan BPN, saya dengar kalau turun petugas ada biaya pengukuran dan sebagainya padahal kan operasional kalian digaji untuk itu, Kementerian Pertanahan harus turun mengaudit BPN Bulukumba,”tambahnya.

Dia juga membeberkan pelayanan BPN Bulukumba terkesan abai, dia mencontohkan berkas miliknya yang menurut BPN masih ada yang kembali harus dilengkapi, sayangnya itu tak dikonfimasi kepada dirinya, barulah dia ketahui jika ada yang tak lengkap itu setelah dia kembali mendatangi BPN.

“Harusnya kan kita di telpon, andaikan saya tidak kesini lagi saya tidak tahu, tapi eneh setiap saya kesini selalub ada lagi yang harus dilengkapi, jadi bagaimanami warga yang jauh kasian harus bolak balik, harusnya kan petugas BPN yang lebih proaktif,”ketusnya.

Juandy pun mengajak warga yang telah melakukan permohonan pengajuan penerbitan sertifikat untuk bersuara atas pelayanan BPN Bulukumba.

“Saya yakin ada warga yang juga mengeluhkan pelayanan BPN Bulukumba, cuma tidak mau saja berusara, saya awalnya mau diam-diam karena memaklumi jangan sampai banyak pengajuan, tapi ini sudah tidak wajar karena sudah lebih setahun, setiap saya kesini pejabatnya katanya sudah berganti jadi tidak jadi lagi pengesahan, kan lucu alasannya,”bebernya.

Sementara itu, Kepala BPN Bulukumba, Muh Yusri, yang coba dihubungi belum memberikan konfirmasi, namun beberapa waktu lalu, dia menjelaskan terkait berkas warga, Juandy Tandean, sedang dalam proses.

“Masih ada yang mau dilengkapi, yah sabar semua butuh proses, pasti kita akan carikan solusi,”pintanya.(adp).

Leave a Reply