Reorientasi IAPIM Dalam Peran Sosial Kemasyarakatan

Oleh: Abdul Azis Muslimin, Alumni Pesantren IMMIM Putra tahun 1992

Hari ini Sabtu, 16 Juli 2022 M/ 17 Dzulhijjah 1443 H di ajang Musyawarah Besar XIII (MUBES ke-13) denganmengusung tema Revitalisasi Nilai Ukhuwah SecaraKelembagaan Menuju Penguatan Peran SosialKemasyarakatan, Untuk kesekian kalinya Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM) putra dan putri melaksanakangawe besarnya di Baruga Bantimurung Kabupaten Maros, dan di usia IAPIM ke-42 yang semakin dewasa tentunyamengalami perkembangan yang sangat pesat dari lintasgenerasi di era disrupsi teknologi yang begitu pesat.

Kehadiran perwakilan pengurus daerah  dari 18 kepengurusan IAPIM daerah tentunya sebagai wujudapresiasi besar dan kecintaan terhadap almamater, danwujud kepedulian sosial kita terhadap motto IMMIM yaitubersatu dalam Aqidah dan Tolerasnsi dalam FurudanKhilafiah. Momentum ini sebagai evaluasi Pengurus PusatIAPIM dan reorientasi IAPIM yang sangat urgen dan krusialmenentukan Road Map perjalanan IAPIM ke depan.  

Momentum kebersamaan dengan nuansa silaturahmi yang menjadi substansi awal hadirnya wadah perkumpulanalumni pesantren IMMIM putra dan putri yang terwujuddalam IAPIM diharapkan di usia kedewasaannya kedepanakan bermetamorphosis menjadi organisasi sosialkemasyarakatan ataupun sosial kepemudaan sehingga dapatberkiprah jauh dengan pemerintah dan masyaralat luas.

Selama ini posisi IAPIM masih terlalu dominan sebagaiperekat, khususnya lintas angkatan atau semacam wadahtempat bertemu dan nuansa Itu tidak salah dan tidak bolehhilang. Soal peran sosial kemasyarakatan, prinsipnya sudahada tapi sifatnya sporadis dari oknum IAPIM yang pergerakannya bukan atas nama IAPIM. Sebagai organisasiataupun wadah alumni memang belum terlalu tampak, Cumaperlu hati-hati jangan sampai nantinya jadi partisan dandiseret ke ranah politik praktis untuk dukung mendukungsebuah Partai Politik, tapi promosi alumni yang kredibeldalam berbagai even perlu dukungan IAPIM terkaitkeberpihakan sosial politik seperti Ormas tertentu yang tidakberafiliasi ke sebuah parpol namun survive dalammenempatkan anggota”terbaiknyadalam kabinet. OknumIAPIM punya keleluasaan berkiprah tapi IAPIM sebagairumah besar bersama tidak.

Harapan kita semua semoga dari perhelatan Akbar IAPIM ini kita bisa menilik kondisi bahwa IAPIM harus sudah bisa dirasakan impacnya oleh masyaralat secara langsung, bukan seperti yang saat ini bahwa IAPIM hanya dikenal oleh para alumninya sendiri dan masih dipahami oleh sebagian anggota hanya wadah “kongko-kongko”. Ke depan, IAPIM harus menjadi lokomotif pergerakan alumni yang berbasis di kampus-kampus seperti mengusung alumni yang maju dalam berbagai perhelatan dan kompetisi calon legislatif, calon wakil walikota, bursa pimpinan di berbagai perguruan tinggi dan lain-lain. Kegiatan IAPIM dalam bentuk kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi alumni dan masyarakat luas pada umumnya termasuk ummat muslim pada khususnya, sehingga hal ini bisa menjadi sentral pembahasan kita di Musyawah Besar IAPIM yaitu “Mau dibawa kemana IAPIM kedepan????,

Kondisi Obyektif

A. Kondisi Internal

Dengan 42 kali penammatan sejak tahun 1981, alumni Pesantren IMMIM putra dan Putri sekitar 8200-an orangdengan beragam latar belakang profesi. Khusus di wlayahProvinsi Sulawesi Sealatan dan Kota Makassar secarakhusus, pergerakan alumni di luar struktur pengurus pusatdan daerah pola interaksi berbasis angkatan, Fenomenatersebut terjadi karena 60 persen alumni pesantrenberdomisili di Kota Makassar dan sekitaranya yang sangatmemudahkan pergerakan interaksi antar angkatan. hal iniberbanding terbalik dengan pola interaksi di berbagaidaerah karena persoalan kuantitatif anggota yang terbatasdan nuansa perantauan yang membuat solidaritas sosiallintas angkatan terjalin dengan baik.

B. Kondisi Eksternal

Kondisi Eksternal yang dihadapi masyarakat saat ini,maka IAPIM harus mengambil bagian untuk menjawabdan mengantisipasi situasi dan kondisi yang ada serta kebutuhan dan masalah yang di hadapi.

IAPIM masih dimaknai  wadah silaturahmi sampai tahun 2022, Minstream itu masih melekat di semua benak kita dan juga eskalasi kegiatan yang belum dirasakan masyarakat, dan pada dasarnya kita punya Sumber daya manusia (SDM) yang banyak dari semua disiplin keilmuan seperti Ahli hukum, hakim agama, dokter, birokrat, pengusaha, akademisi, ustad dan berbagai bidang Profesional lainnya.

Saat ini IAPIM sudah memiliki banyak asset SDM yang handal pada masing-masing bidangnya, bahkan Sosok ANDI IHSAN, anggota Dewan Perwakilan daerah Sulawesi Selatan yang merupakan anggota IAPIM ’90 telah menghentak pergerakan semua pihak di Sulawesi Selatan yang mereka tahu bahwa kesolidan IAPIM dan tim penggeraknya yang dominan  dari IAPIM mampu mengalahkan banyak tokoh masyarakat pada bursa calon perwakikan daerah, saat itu Andi Ihsan dan IAPIM sesaat menjadi pembicaran hangat di warung-warung Kopi pasca Pemilihan Legislatif 2019.

C. Peran Sosial Kemasyarakatan

IAPIM sebagai organisasi yang independent telah mampumelewati berbagai  rintangan.  Seiring dengan perjalananwaktu dan perubahan situasi maka sudah saatnya IAPIM memperbarui dan merumuskan kembali  arah dan tunjuanuntuk 20 tahun berikutnya. Sebagaimana diketahui bahwa20 tahun periode pertama telah dilewati IAPIM denganpenguatan eksistensi organisasi dan  20 tahun periodekedua juga telah dilewati dengan penguatan kelembagaanorganisasi serta mengokohkan ukhuwah antar sesamaalumni.

Memasuki periode 20 tahun ketiga, seharusnya IAPIM sudah memainkan peran strategis di berbagai aspekkehidupan yang lebih luas dan mengambil posisi di tengah masyarakat, bangsa dan negara sesuai dengan khittah danmotto perjuangan IMMIM   serta cita-cita pendirianPesantren Modern Pendidikan AlQuran IMMIM Putra dan Putri.

Tri konsep IAPIM yang telah mewarnai  perjalananorganisasi  dari tahun ke tahun, harus diakui mengalamiberbagai  hambatan baik karena faktor internal maupuneksternal, sehingga roda organisasi tidak dapat dijalankansecara optimal. Kendati demikian para Alumni danpengurus IAPIM tidak harus menyurutkan semangat untukterus berusaha membangun dan menguatkan kebersamaandalam ikatan ukhuwah IAPIM

Diusia yang ke42 ini seyogianya  IAPIM sudah semakinmaju dan mandiri, memiliki kemampuan untuk berperanlebih aktif memberi solusi atas  berbagai persoalan    yang terjadi pada anggotanya maupun masyarakat padaumumnya. Jumlah  alumni yang yang makin besar dantersebar di berbagai wilayah menuntut adanya data base alumni. Tercatat IAPIM sudah tiga kali meyiapkansoftware sebagai bahan dasar untuk data base IAPIM  yaitu, IAPIM one, IAPIM store dan web IAPIM  yang kesemuanya melibatkan anggota IAPIM dalampembuatannnya, namun belum ada yang benar-benar bisadigunakan, padahal berdasarkan  data base inilah pengurusdapat membuat dan mendistribusikan  kartu anggota, sertaberbagai keperluan lainnya.

Selain masyarakat, IAPIM harus dapat dirasakan olehseluruh anggotanya, sehingga diperlukan adanya lembagakhusus di IAPIM yang bekerja untuk meningkatkan danmengembangkan potensi sumber daya (ekonomi, sosialbudaya dan politik) anggotanya.

Kemampuan alumni pesantren harus tetapterjaga denganberagam kompetensina seperti penguasaan Bahasa Arab dan Inggris, kemampuan menembus berbagai perguruantinggi Negeri dan swasta terpavorit di Indonesia, harustetap menjaga keunikan dan ciri khasnya..    

Secara khusus, beragam peristiwa dan musibah ataupunkedukaan yang menimpa anggota IAPIM maupunkeluarganya juga memerlukan perhatian Pengurus IAPIM.Karena itu sudah saatnya  IAPIM mempunyailembaga/badan khusus pengelola bantuan sosial danbantuan kemanusiaan terutama untuk keperluan anggotaIAPIM dan keluarganya.

Leave a Reply